Ketika langit sore palsu menyinyir memekat menjadi redup
sang pujangga malam pun muncul
pujangga malam itu aku panggi dengan simpul "bulan"
Pelan pelan dia mulai meninggi ..menyandu rindu dan kini dia mencari tempat kerinduanya berada
ya.. teriring gerak malu-malu dia pun mendekati selir malam
selir malam itu aku panggil dengan menggoda : "bintang"
Pujangga malam itu pun bergerak semakin tinggi-semakin tinggi semakin tinggi
dan sekarang dia berada tepat di ketinggian atas ku
Ingin sekali aku ajak dia bercuap malam sambil menyikut mata padanya :
kenapa kamu ada disini, tepat di atas ketinggian kepalaku ?
tapi dia tetap diam saja .. dan seperti memberikan kecupan malam untukku :*
ahh. aku pun tersipit mata karena kecupan malam itu ___
Baiklah : aku mengerti sekarang.. kamu meminta aku untuk segera ke mimpiku kan
Sebab kamu hanya ingin berduaan saja dengan si selir malammu itu kan?..
Baiklah "bul".. tak akan ku ganggu dirimu yang sudah menahan rindu untuk bertemu dengan selir malammu
Segera.. aku segera menemui mimpiku sekarang "bul"
titip kecup malamku untuk selir mu yang setia itu ya
"Selamat malam bul "
R. Simbolon
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Desember 2011
Minggu, 15 Mei 2011
hujan
seperti biasa, aku selalu jatuh hati pada hujan
Rintiknya membuat senyumbaunya menggodadebunya melembutkantitik airnya merayuanginnya membuat rindubelaiannya memasrahkan hatiSuasananya melunakkan pikirmendungnya mencipta keromantisan
Aku jatuh cinta padamu
ketika air kecil-kecil itu mulai turun

Hujan..
kamu rindu sama tanah ya?
sehinngga seringkali aku menemukanmu sedang mencumbui tanah..
Hujan..
boleh aku jadi dirimu?
yang dengan bebas dan sesuka hati dapat menemui kerinduanku.
bolehkah jan?
Ahh.. Hujan
tolong sampaikan pada tanah yang kamu jatuhi
pada pohon yang kamu airi
pada sosok yang kamu basahi
untuk melanjutkan pesanku padanya
"Aku Rindu Padanya"
R.Simbolon
Selasa, 03 Mei 2011
Ini hanya tentang aku dan kamu
Dingin, hening memuncak
Saat rasa hanya terbalas dengan kata
Melihat kini.. bahwa semua tinggal resapan hati yang kian lama akan menetes keluar dan kering
Ketika tersadar bahwa
Aku kamu hanya sementara
Kamu dan dia adalah senantiasa
Siapalah aku ini yang berkhayal ingin membeli senantiasanya hati mu?
Yahhh... aku tersadar hanya bisa menyewa hatimu
Kini waktu sewaku sudah jatuh tempo..
Aku harus kembalikan kamu padanya
Sebelum denda-denda kehidupan ini selalu mengejarku
Kisah kita terangkai, tersimpan dan terlepas begitu sajaEntah siapa yang di salahkan ?tanganmu yang ingin menahanku?
atau
Tanganku yang tak kuasa menolak tahanan tanganmu?
Jika begitu, kita salahkan saja tangan.. bukan hati kita
Jangan salahkan hati yang enggan memperjuangkanmu
Ini.. hanya aku..
Hanya aku yang masih buta huruf untuk mampu membaca hatimu dan tak bisa mengerti ketertutupanmu
Ini bukan tentang dia atau mereka
Ini hanya tentang aku..
aku dan kamu.
Kita tiba pada ujung kisah yang sempat kita miliki dan dibangun dengan kebersamaan, cinta serta olesan penuh ragu dan tanya
dan inilah..
dan inilah..
Ini akhir dari semua tanyaku
Ini yakin dari semua keraguanku
Ini yakin dari semua keraguanku
Ini jawaban dari doa-doaku
R.Simbolon
R.Simbolon
Langganan:
Postingan (Atom)


