MalaMenggores ')

senang mengajak bermain hujan dan suka berlangkah dengan sepatu "tok-tak"

Rabu, 14 Desember 2011

Panggilan malam

Ketika langit sore palsu menyinyir memekat menjadi redup
sang pujangga malam pun muncul
pujangga malam itu aku panggi dengan simpul "bulan"

Pelan pelan dia mulai meninggi ..menyandu rindu dan kini dia mencari tempat kerinduanya berada
ya.. teriring gerak malu-malu dia pun mendekati selir malam



selir malam itu aku panggil dengan menggoda : "bintang"


Pujangga malam itu pun bergerak semakin tinggi-semakin tinggi semakin tinggi
dan sekarang dia berada tepat di ketinggian atas ku


Ingin sekali aku ajak dia bercuap malam sambil menyikut mata padanya  :
kenapa kamu ada disini, tepat di atas ketinggian kepalaku ?
tapi dia tetap diam saja .. dan seperti memberikan kecupan malam untukku :*

ahh. aku pun tersipit mata karena kecupan malam itu ___

Baiklah : aku mengerti sekarang.. kamu meminta aku untuk segera ke mimpiku kan
Sebab kamu hanya ingin berduaan saja dengan si selir malammu itu kan?..

Baiklah "bul".. tak akan ku ganggu dirimu yang sudah menahan rindu untuk bertemu dengan selir malammu

Segera.. aku segera menemui mimpiku sekarang "bul"

titip kecup malamku untuk selir mu yang setia itu ya

"Selamat malam bul "

R. Simbolon

Jumat, 02 Desember 2011

Ilustrasi cinta


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
 
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamat-kan diri. Cinta  Sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
 
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan, “perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.
 
Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!" teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
 
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.
 
Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
 
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.
 
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran.
 
"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..." – Heflin Manurung


adapted from AdYN 2002-12-11

Senin, 24 Oktober 2011

Mamah tahu betul

WANITA SEDERHANA YANG PENUH DEDIKASI PADA KELUARGA

dan dengan bangga aku memanggilnya "Mamah"

Berlatarbelakang pendidikan D III Keperawatan , memang bukanlah tingkatan pendidikan yang cukup tinggi

tapi "mamah" tahu betul bagaimana menjaga kesehatan dan memberikan obat
dengan caranya : mengingatkan untuk banyak minum, dan makan yang teratur

dia bukan seorang ahli hukum
tapi "mamah" tahu betul bagaimana bersikap adil pada anak-anaknya
dengan caranya : bahkan kami sudah sebesar ini pun, kalau mamah beli buah dari pasar : dia selalu simpan di meja makan, katanya : ini rambutan 5 buah per orang, 5 buah untuk aku, 5 buah untuk abang, 5 buah untuk grace

dia bukan seorang pendeta
tapi "mamah" tahu betul bagaimana cara mengasihi orang lain
dengan caranya : saya belajar mengenal apa itu kasih,

dia bukan seorang ahli marketing
tapi "mamah" tahu bagaimana mengatur keuangan setiap bulannya

dia bukan seorang ahli nujum
tapi "mamah" selalu dapat menebak kalau saya sedang ada masalah

dia MAMAKU






YOU ARE LIKE HEAVENLY GIFT FOR US






Thankyou for the totally love u gives for us

We love u mah :*

R. simbolon

Senin, 17 Oktober 2011

Kawah Putih jam 7 malam

ada yang pernah ke kawah putih jam 7 malam ?

bisa kamu bayangkan.. kita berangkat dari tempat awal pkl 16.00
dan sampai di kawah putih pkl 19.00

semua gelap..

dan kamu  tahu ?
kami tetap masuk ke kawah putih dengan bermodalkan sinar dari HP dan senter kecil, untuk menyenangkan hati teman.. yang membuat kesenangan hati pada masing-masing kita

lalu apa di benakmu sekarang ?

BUKAN.. ini bukan tentang romantis- romantisan.. atau kangen kangenan

tapi ini kekuatan kebersamaan

iya.. kami tetap masuk ke kawah putih, tanpa ada lampu malah dapat bonus guyuran hujan
kami masuk berjejer sambil memegang baju teman sebelah kami 




saya. ka jimmy, ka ale, ka arlin, ka berlian, ka chaley, ka John, grace
kami masuk ke kawah putih

dan INILAH KEKUATAN KASIH

R.Simbolon

Minggu, 16 Oktober 2011

Im Promise

DEAR..

AS LONG AS YOU ARE FIGHTING FOR ME !!

IM PROMISE TO BE STILL YOURS  .. AND ALWAYS BE YOURS



AS LONG AS YOU ARE FIGHTING FOR ME !!...


FROM : ME

Kamis, 06 Oktober 2011

Gadisku.. kamulah mahkota penjemputmu


Wahai ruang hati
Izinkan lah aku berucap tajam
TIPU semua TIPU

Dan kamu penyimak cipta
Aku ingin berucap
TIPU semua TIPU

Juga  kamu pemuja sesah
Aku ingin menyaringkan kata
TIPU semua TIPU

Pun kamu penyandu rasa
Aku ingin bersajak ini padamu
TIPU semua TIPU

Masih tetap kamu..
Bukan!!..
jangan menunjuk pada orang di sebelahmu
Iya kamu...

Iya kamu.. yang kini ku panggil gadisku
Sedang apakah kamu menyudut  jongkok tertunduk di ruangan
sedang Menyiari  kisah yang lama?
Atau mencengang dengan TIPU semua TIPUnya ?

Gadisku..
Memang TIPU semua TIPUnya
Sudahlah..
Maafkanlah
Bersalamanlah dengan hati tulusmu’
dan bersukacitalah untuk kisah lamamu

Gadisku
Mari bangun dari jongkok tertundukmu sayang..
Ku panjangkan tangan ini padamu
Mari berdiri..
Dan siapkan dirimu untuk jemputan

Gadisku.. kamulah mahkota penjemputmu


R. Simbolon

Wahai Cinta,, aku siap di jemput


dan dalam penculikan waktu yang saling beradu dengan himpunan rindu ini
aku memilih untuk menghentikan mantra..
kemudian mencabut suka dan tipu
yang berujung dengan  kebuntuan syair
Wahai cinta.. aku siap dijemput

selaksana tajamnya suara menyorot pada pandangan lekuk hati
membuka ruang gelap yang tak pernah di airi..
yahh.. ruang palsu lihai kendali
yang jelas terbuka nyata kini
remuk, rusak, rapuh.rihil.

kini tajamnya mantramu
telah menendang kegelapan lekuk hati
yang perlahan bereinkarnasi menjadi redup..
dan dengan menunggu kejapan saja
ruang itu  akan berubah  menjadi benderang
Wahai cinta .. Aku siap dijemput

R. Simbolon