MalaMenggores ')

senang mengajak bermain hujan dan suka berlangkah dengan sepatu "tok-tak"

Senin, 13 Juni 2011

Pengorbanan

kataNya : Aku bersumpah demi diriKu sendiri-demikian firman Tuhan-karena engkau telah  berbuat demikian dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu 
Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunana sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya 
Oleh keturunanmulah semua penduduk bumi akan mendapatkan berkat, karena engkau mendengarkan firmanKu
Kejadian 22 : 16-18



berkorban rasanya hal yang paling sulit dilakukan, terkadang berkorban bukan hanya harta tapi juga perasaan, harta bisa di cari tapi perasaan mudah luka dan terkadang membekas sampai selamanya

Apakah saat ini kamu merasa harus memilih di antara dua? sehingga salah satu harus ada yang dikorbankan
ataukah
Kamu di hadapkan pada hal yang kamu kasihi dan harus kamu lepaskan ?, artinya berkorban

Dan, kenapa seringkali hal yang harus kita korbankan adalah hal yang paling penting di dalam hidup kita
Jawabannya adalah : karena kalau kita berkorban hal yang tidak penting, bisa dikatakan itu namanya bukan berkorban, itu hal biasa saja

Jadi, ketika kita harus berkorban, apakah kita harus melakukannya?

Saya pernah membaca sebuah kisah nyata mengenai seorang wanita yang sedang hamil, ia adalah seorang aktivis yang menentang adanya aborsi. Namun ternyata ia sendiri dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan dirinya mengaborsi kandunganya, sebab bayinya di diagnosa memiliki ketahanan tubuh yang rapuh, jika janin itu dilahirkan umurnya hanya akan dua hari saja, dan bukan hanya itu saja ada resiko yang akan menyebabkan kematian si Ibu kalau dia melahirkan bayi tersebut 
Dokter menyarankan ia untuk menggugurkan kandunganya, ia merasa terjepit dengan keadaan bahwa ia seorang penentang aborsi sementara nyawanaya terancam kalau dia tidak menggugurkan bayi tersebut 
Namun
ia berdoa dan ia mengambil suatu keputusan bahwa ia akan melahirkan anak tersebut
ia berkata : bahwa bayi ini layak untuk hidup walaupun hidupnya hanya sebentar
Suaminya pasrah dan menerima keputusan tersebut
Akhirnya ketika bayi itu lahir, Ibunya meninggal
Pengorbanan si Ibu ternyata tidak sia-sia, bayi itu ternyata bertahan hidup selama 2 minggu dan ketika bayi itu meninggal, ia mendonorkan ginjal dan jantungnya untuk 2 bayi nyawa bayi lain yang terancam meninggal,
Ibu itu mengorbankan dirinya agar bayi tersebut bisa menyelamatkan nyawa bayi-bayi lain


Ternyata dalam suatu pengobanan yang harus kita pilih, Tuhan memiliki rencanaNya sendiri
hanya tinggal maukan kita menjalaninya ?
maukan kita mengorbankan harta kita, perasaan kita bahkan nyawa kita untuk sesuatu yang lebih besar ?



 
 Maka, ketika kita dihadapkan kepada pengorbanan
"BERDOALAH KEPADA TUHAN "
bertanya, apakah yang menjadi kehendakNya ?





Seperti ketika Abraham harus mengorbankan anak kecintaanya, Ishak
Ketika Abraham pasrah kepada Tuhan dan ia mengorbankan anaknya
Allah memberikan berkat yang melimpah-limpah dan berkali-kali lipat padanya
Jika Allah melakukan hal yang sama kepada Abraham, maka ia pun akan melakukan hal yang sama kepada kita

Dalam pengorbanan, ada rencana Tuhan yang besar

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengorbankan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal

-adapted from Newsletter Cihampelas SDAC-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar