MalaMenggores ')

senang mengajak bermain hujan dan suka berlangkah dengan sepatu "tok-tak"

Sabtu, 22 Januari 2011

saya berdoa dan kami pun berdoa


                Halo, perkenankan nama saya Dimas Hardikusuma (umur saya 8 tahun), saya lahir di keluarga kristen, yang bergereja di hari ketujuh (saptu) dan saya senang sekali hidup di dalam keluarga yang benar-benar mengasihi Tuhan, Ayah saya bernama Bpk Ferdi Hardikusuma  dan Ibu saya bernam Nurma hardikusuma, saya anak pertama dari 3 bersaudara, adik saya yang pertama bernama Diana (6 tahun), dan yang kedua bernama David ( 3 bulan) namanya agak kebarat-baratan, karena dia lahir di Amerika, saat itu Ayah saya sedang melanjutkan sekolah Master nya disana, Ayah dan Ibu kami berangkat kesana, sementara kami ( saya dan Diana) tetap di Indonesia bersama dengan Nenek yang kami sayangi
 
Saya berdoa, dan akhirnya Kami pun berdoa
                Selamat pagi kata Diana sambil membangunkan dan menarik selimut dari badan saya “AYO CEPAT,  KATANYA MAU LARI PAGI DI DEKAT SUNGAI BERSAMA BURHAN DAN YANG LAINNYA’ teriak Diana
Dengan segera saya meloncat dari tempat tidur. Karena baru ingat janji saya kemarin,  ayo .. ayo Diana, kita segera keluar, saya yakin mereka telah menunggu kita, iya ayo ‘tukas Diana, tapi kaka ga mandi dulu, ahh.. tidak usah, cuci muka saja, nanti setelah lari pagi bartu saya mandi, ucap Dimas

Dimas, Diana .. ini, Ibu sudah siapkan susu dan roti, sebelum kalian lari pagi, makan dulu ya,
Mereka pun segera belari ke meja makan dan melahap roti enak buatan Ibu, serta meminum beberapa teguk air di gelas

IBU, AYAH, NEK , KEK.. kami pergi dulu ya...teriak mereka sambil berlari menuju keluar rumah
Eitss.. patah Dimas.. kita berdoa dulu sebelum kita pergi
Oh iya.. ayo ka pimpin doanya
Bapa kami di dalam Surga , terima kasih untuk  pagi yang indah ini, saya dan Diana akan lari pagi, tolong berkati kami, berkati juga ayah,Ibu, Nenek, Kakek, dan ade david, di dalam nama Yesus  kami berdoa. Amin
Mereka pun segera berlari  menuju ke lapangan dekat rumah mereka, disana mereka sudah ditunggu oleh sisca, Maria, Kalep , Nathan, Grace
Maaf, kami terlambat, soalnya ka Dimas bangunya lama sekali sssttt.. patah Dimas.. kamu juga bangunin kaka terlambat... iihh.. emangnya kaka harus dibangunin, kakak kan  sudah besar, masa masih harus di bangunin, malu tuh ka... ahh.. sudah- suah kita langsung lari yuk, sekarang kita mau lari ke arah mana?, bagaiamana kalau ke arah sungai saja? Ucap Nathan
Oh.. boleh.. ayoo.. dan mereka pun mulai berlari ke arah sungai, mereka berlari-lari kecil sambil  memperbincangkan soal teman baru mereka yang bernama Grace, (Grace adalah murid baru di sekolah kami, dia pindah dari Kota Surabaya, mengikuti Ayahnya dan kebetulan rumah kami berdekatan, kami senang memiliki teman baru) 
Saat mereka keasyikan berbincang-bincang dan berlari kecil, mereka baru sadar bahwa Grace tidak berada di antara mereka. .. hah? ..mana Grace Ucap maria, tadi dia di sebelahku, ko sekarang tidak ada?.. hah?.. iya mana dia, kata Nathan, kamu Ria ko tidak bisa jaga dengan baik, dia kan daritadi bersama kamu,
hah?..mana aku tahu, jangan salahkan aku dong, tegas Maria dengan agak tinggi,
Iya, maria kan orang baru di daerah ini, dia tidak tahu jalan, bagaimana nanti kalau Om Joddy, tanya Grace dimana, kita harus jawab apa?
Sudah- sudah, kita cari saja dulu  marianya, MARIA.. MARIA.. MARIA ,, teriak mereka sambil berkrliling di rute lari mereka,
Dimas, tiba-tiba terdiam, dan berkata.. hai teman, kiat sudah mencarinya dari tadi, tapi tak juga kita temukan, bagaimana kalau kita tanyakan sama Tuhan, dimana maria, kita belum berdoa sama Tuhan, pelajaran sekolah sabat kemarin kan, m, kita belum mengingatkan kita untuk selalu berdoa, seperti daniel
Iya ka,kita belum berdoa, kita berdoa dulu yu, bagaimna kalau Maria yang pimpin doanya
Iya, ayo kita berdoa
Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami datang kembali kepadaMu untuk berterimaksih atas pimpinan Engkau pada kami, saat ini teman kami, Maria, mungkin sedang tersesat, tolong bantu dia untuk menemukan jalan pulang, dan bantu kami untuk menemukannya,Terima kasih ya Tuhan, kami percaya Engkau mendengar doa kami, dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
Mereka bersama-sama ucapkan amin
Baiklah, kita sudah berdoa, aku yakin Tuha pasti bantu kita ucap Kalep, mereka pun masih mencari, sampai mereka tiba di Lapangan, tempat pertama kali mereka berkumpul sebelum memulai lari pagi hari ini,
Mereka melihat wanita sedang jongkok menangis sendirian di ujung lapangan
Heii.. itu Grace, teriak Maria, dia disana, kita menemukannya.. tukas Dimas dengan sangat senang
Mereka pun berlari menuju Grace, sambil bertanya, tadi kemana saja?
Grace menjawab, tadi kalian asyik sekali berbicara, dan tadi saya mengikat tali sepatu saya, mencoba mengejar kalian, tapi sudah tak terkejar, aku pun bingung, harus bagaimana, tidak ada orang satupun yang ku temui di sini, akanhirnya saya kembali ke tempat semual, karena saya cuman ingat jalan itu
Maaf ya Grace, tadi kami keasyikan bicara, sampai lupa, kami janji tidak akan melakukannya lagi,
Dari Dimas :
Teman- teman, dari kisah saya hari ini, kita belajar bahwa kita jangan khawatir tentang apapun juga, tapi kita harus berdoa
Seperti kata firman Tuhan :

Janganlah kamu khawatir tentang apapun juga,
tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah 
dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur
Filipi 4 : 6

Rosmala Simbolon

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar